Mudik atau Tidak Mudik?

Beberapa hari lagi ramadhan tiba, alhamdulillah sebentar lagi akan puasa. Tentu saja di kalangan masyarakat kita, jikalau bulan ramadhan tiba, agenda yang pasti tidak terlewatkan adalah pulang kampung alias mudik. Tetapi untuk saat ini pandemi sedang berlangsung, melunjaknya jumlah ODP/PDP COVID-19 terus bertambah tiap harinya. Lantas bagaimana dengan jadwal mudik kita? masih jadi pro dan kontra untuk saat ini, pemerintah ada yang bilang dilarang mudik, tetapi ada yang membolehkan.

Memang mudik adalah agenda wajib untuk kita karena waktunya berkumpul dengan keluarga, apalagi jika kita berdomisili di tempat yang berbeda dengan keluarga. Tetapi mengingat begitu cepatnya penyebaran virus COVID-19, masyarakat di himbau untuk tidak mudik dulu, karena apa? ambil saja satu contoh kota besar menjadi zona merah, misalnya Jakarta yang merupakan ibukota yang dimana banyak orang-orang pendatang yang menetap disana, bisa dilihat di beberapa tahun yang lalu bagaimana kondisi Jakarta menjadi sepi ketika mudik. Bisa membayangkan? fakta yang mengejutkan beberapa penderita COVID-19 tidak menunjukan gejala apa-apa, padahal mereka positif.

Nah oleh karena itu untuk mencegah penyebaran covid-19 lebih masif alangkah baiknya kita menahan diri dulu untuk tidak mudik. Jikalau memang terpaksa, ada syarat dan ketentuan yang harus dilakukan pemudik untuk pulang kampung. Sembari menunggu keputusan yang jelas dari pemerintah pusat, kita harus tetap menjaga diri kita terlebih dahulu. Siapa yang tidak ingin berkumpul dengan keluarga? Tetapi mencegah penyebaran virus ini harus tetap lebih diutamakan. Semoga pandemi ini segera berakhir dan keadaan menjadi normal kembali.

Artikel Terbaru